Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa dan Punggawa dari Wonogiri

Disusun berdasarkan catatan dan penelusuran sejarah oleh Imawan Haris Nursalim – HRD RS Amal Sehat Wonogiri.
Wonogiri — Nama besar Raden Mas Said atau yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan Nusantara melawan penjajahan VOC Belanda. Di balik perjuangan panjang tersebut, terdapat para punggawa setia yang berasal dari berbagai daerah, termasuk banyak tokoh dari wilayah Wonogiri.
Selama kurang lebih 16 tahun perjuangan, RM Said bertempur sejak usia muda melawan VOC Belanda sekaligus menghadapi pengkhianatan dari sebagian pejabat keraton. Karena keberanian dan strategi perangnya yang sulit ditaklukkan, perwakilan Gubernur VOC bernama Nicolaas Hartingh memberikan julukan “Sambernyawa”. Julukan tersebut menggambarkan bagaimana pasukan RM Said menjadi ancaman besar bagi Belanda dan sekutunya.
Punggawa Baku dari Wonogiri dan Sekitarnya
Dalam perjuangannya, RM Said memiliki kelompok inti yang dikenal sebagai 40 Punggawa Baku serta kelompok-kelompok khusus yang membantu perjuangan gerilya.
Beberapa tokoh yang berasal dari wilayah Wonogiri antara lain:
- Kyai Wirodiwongso / Nyai Tumenggung Kudonowarso – Mantenan, Nglaroh, Selogiri
- Kyai Ngabei Joyodipuro – Tunggul, Manyaran, Wuryantoro
- Kyai Ngabei Joyosumarto – Sukomerto, Kepatihan, Nglaroh, Selogiri
- Kyai Surowongso / Joyopanantang – Punthuk Engkuk, Kalibanteng, Sendang Griyo, Selogiri
- Kyai Condro Tanoyo / Joyopawiro – Katah, Singodutan, Selogiri
- Kyai Surengpati Enem / Joyopawiro – Geger, Manyaran
- Kyai Citrodiwongso / Joyopangrawit – Girimaloyo, Wuryantoro
- Kyai Kartomanggolo – Bulusari, Slogohimo
- Kyai Taliwangsul – Tromo, Jamuran, Girimarto
- Kyai Gagakeri – Ngrusah, Manyaran
- Kyai Gagakrejo – Sendhang Lanang, Wonogiri
- Kyai Gonobahu – Jetak, Bendungan, Nglaroh
Selain itu, wilayah Slogohimo juga dikenal memiliki pimpinan punggawa baku yang termasuk dalam lingkar perjuangan RM Said.
Peran Guru Spiritual dan Dukungan Keluarga
Di balik perjuangan besar tersebut, RM Said juga memiliki sosok guru ngaji bernama Kyai Kasan Nur Iman. Makam beliau berada di Desa Karungan, Jaten, Selogiri, Wonogiri, sekitar 100 meter dari Watu Gilang Nglaroh yang dikenal sebagai salah satu titik bersejarah perjalanan RM Said.
Tidak hanya para laki-laki yang berjuang, perjuangan tersebut juga melibatkan pasukan perempuan. Istri RM Said, yaitu Raden Ayu Patahati, yang merupakan putri dari Kyai Kasan Nur Iman, turut memimpin pasukan khusus perempuan berjumlah sekitar 140 orang.
Pasukan perempuan tersebut dikenal dengan nama Ladrang Mangungkung. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa perjuangan melawan penjajahan dilakukan bersama-sama oleh berbagai lapisan masyarakat.
Jejak Sejarah yang Masih Dikenang
Hingga kini, jejak perjuangan Pangeran Sambernyawa masih hidup di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Wonogiri dan sekitarnya. Nama-nama para punggawa serta lokasi bersejarah menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan dari persatuan banyak pejuang yang rela berkorban demi bangsa dan tanah air.
Semangat keberanian, kesetiaan, dan perjuangan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan mencintai sejarah bangsa Indonesia.
RS Amal Sehat Wonogiri – Melayani dan Peduli.
————————
Lebih dekat dengan kami
🌐 Website : rsamalsehat.com
📲 IGD : 0811-2644-042
📲 Siaga 24/7 : 0889-5353-139
📲 Kring Peduli : 0813-2952-1999
📲 Humas : 0812-2503-2253
📱 Play Store : Amal Sehat Wonogiri
📸 Instagram : @rs.amalsehat.wonogiri
▶️ YouTube : RS Amal Sehat Wonogiri
🎵 TikTok : @rsamalsehat
📘 Facebook : RS Amal Sehat Wonogiri

Tinggalkan Balasan